Berita Kediri Endus Prostitusi Terselubung

Berita Kediri Endus Prostitusi TerselubungIndikasi masih adanya praktik prostitusi terselubung di wilayah Kota Kediri membuat pihak Satpol PP terus menggelar razia. Senin (3/8) malam, puluhan anggota Berita Kediri satpol PP kembali menyisir beberapa tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi praktik prostitusi terselubung. Salah satunya di Jl Pajang Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri. Kedatangan petugas yang tiba-tiba akhirnya membuat para PSK dan lelaki hidung belang yang ada di lokasi tersebut kocar-kacir.

Kepala Satpol PP Pemkot Berita Kediri Kediri, Ali Mukhlis melalui Kasi Trantib, Nur Khamid mengatakan lokasi di Jl Pajang memang sudah lama menjadi incaran petugas. Lokasi Berita Kediri yang berada di pinggiran kota memang sering dijadikan tempat berkumpulnya para PSK pasca ditutupnya lokalisasi Semampir. “Lokasi itu memang sudah lama menjadi incaran kami. Tempatnya di persawahan dan ladang,” ujarnya.

Saat petugas datang, puluhan PSK berhamburan melarikan diri. Sebanyak 5 kendaraan roda 2 juga terpaksa ditinggalkan oleh Berita Kediri pemiliknya di lokasi. Para PSK diketahui melarikan diri kea rah perkebunan di sekitar lokasi. Nur Khamid mengaku tidak berusaha mengejar mereka karena alasan keselamatan. “Kita tidak kejar. Takutnya karena mereka kabur malah celaka,” imbuhnya.

Selain di Jl Pajang, petugas Satpol PP Berita Kediri juga menyisir daerah Lebak Tumpang Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sepasang pelajar sedang berpangku-pangkuan di lokasi gelap. Saat dimintai indentitas, keduanya diketahui merupakan pelajar dari wilayah Nganjuk.

Nur Khamid menjelaskan, kegiatan razia yang Berita Kediri dilakukan oleh Satpol PP adalah untuk menekan angka kegiatan prostitusi dan praktik asusila di Kota Kediri. Khususnya yang melibatkan anak-anak Berita Kediri dan pelajar. Diharapkan dengan terus digalakkannya razia bisa menjadikan Kota Kediri sebagai Kota Layak Anak. Dalam upaya untuk mengantisipasi adanya kekeringan di wilayah Kabupaten Blitar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta. Selain itu BPBD Kabupaten Blitar juga sudah menyiapkan langkah antisipatif Berita Kediri jika sewaktu-waktu dampak kekeringan ini sudah mulai dirasakan warga masyarakat.      Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran Rp 300 juta untuk  pengadaan air bersih. Terkait hal ini, Kepala BPBD Kab Blitar, Heru Setiawan menjelaskan, dari hasil evaluasi setiap tahun, wilayah Blitar selatan selalu mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba. “Daerah terparah itu Wonotirto, Bakung, dan Wates karena struktur tanahnya tandus,” jelas Heru Setiawan.