Berita

cara memanfaatkan internet

cara memanfaatkan internet

Cara memanfaatkan internet – Generasi milenial merupakan istilah yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan oleh masyakarat, baik melalui media sosial hingga forum akademik. Generasi milenial atau generasi Y merupakan mereka yang lahir antara tahun 1980-2000. Artinya adalah generasi ini merupakan orang-orang yang berada pada usia produktif untuk saat ini.

Generasi milenial dikenal sbg generasi yg dekat dgn informasi dua arah, artinya mereka tak cuma berperan sbg penerima informasi, tetapi juga pembuat berita. ciri khas ini muncul karena adanya internet. Ya, separo milenial yakni mereka yg memiliki kedekatan yg lebih dibanding generasi sebelumnya, adalah generasi X.

Kedekatan dgn internet ini tak jarang menciptakan generasi milenial yang disebut-sebut merupakan generasi rusak, dikarenakan sejumlah konten-konten negatif yg bisa diakses dengan gampang lewat internet.

Tidak cuma itu, generasi milenial juga tidak jarang menerima sebutan yang merupakan generasi yg tak sanggup mengatur waktu dgn baik. Bagaimana tidak, banyak generasi milenial yg terlalu asyik bersama telephone genggam dan sosial media, maka lupa mengerjakan kewajibannya, baik belajar ataupun bekerja.

Walaupun begitu, tak seluruh generasi milenial bersikap sama. tidak sedikit pula generasi milenial yg memakai technologi internet untuk melakukan hal-hal yg bermanfaat.

Aplikasi permainan di internet untuk membahas soal-soal ujian

Mengunduh permainan di smartphone ialah salah satu cara mencari ilmu yg baik. Aplikasi permainan yg dimaksud di sini yaitu aplikasi-aplikasi yg bisa membantu dalam menuntut ilmu. Aplikasi sejenis itu sesuai untuk menghindari jenuh akibat mempelajari buku yang monoton, lantaran ide aplikasi-aplikasi tersebut ialah main-main sambil menuntut ilmu.

Misalnya, kalau kita hendak mengikuti ujian / SBMPTN untuk masuk sekolah tinggi / universitar, kita bisa mengunduh aplikasi campuran soal-soal konfirmasi potensi akademik. Dengan cara itu, kita sanggup meraih ilmu pada waktu luang sedikit, contohnya diwaktu menunggu bus di terminal sekolah, di mana terkadang barangkali kurang efektif untuk mengakses dan mempelajari buku kumpulan soal.

Berita Kediri Endus Prostitusi Terselubung

Berita Kediri Endus Prostitusi TerselubungIndikasi masih adanya praktik prostitusi terselubung di wilayah Kota Kediri membuat pihak Satpol PP terus menggelar razia. Senin (3/8) malam, puluhan anggota Berita Kediri satpol PP kembali menyisir beberapa tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi praktik prostitusi terselubung. Salah satunya di Jl Pajang Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri. Kedatangan petugas yang tiba-tiba akhirnya membuat para PSK dan lelaki hidung belang yang ada di lokasi tersebut kocar-kacir.

Kepala Satpol PP Pemkot Berita Kediri Kediri, Ali Mukhlis melalui Kasi Trantib, Nur Khamid mengatakan lokasi di Jl Pajang memang sudah lama menjadi incaran petugas. Lokasi Berita Kediri yang berada di pinggiran kota memang sering dijadikan tempat berkumpulnya para PSK pasca ditutupnya lokalisasi Semampir. “Lokasi itu memang sudah lama menjadi incaran kami. Tempatnya di persawahan dan ladang,” ujarnya.

Saat petugas datang, puluhan PSK berhamburan melarikan diri. Sebanyak 5 kendaraan roda 2 juga terpaksa ditinggalkan oleh Berita Kediri pemiliknya di lokasi. Para PSK diketahui melarikan diri kea rah perkebunan di sekitar lokasi. Nur Khamid mengaku tidak berusaha mengejar mereka karena alasan keselamatan. “Kita tidak kejar. Takutnya karena mereka kabur malah celaka,” imbuhnya.

Selain di Jl Pajang, petugas Satpol PP Berita Kediri juga menyisir daerah Lebak Tumpang Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sepasang pelajar sedang berpangku-pangkuan di lokasi gelap. Saat dimintai indentitas, keduanya diketahui merupakan pelajar dari wilayah Nganjuk.

Nur Khamid menjelaskan, kegiatan razia yang Berita Kediri dilakukan oleh Satpol PP adalah untuk menekan angka kegiatan prostitusi dan praktik asusila di Kota Kediri. Khususnya yang melibatkan anak-anak Berita Kediri dan pelajar. Diharapkan dengan terus digalakkannya razia bisa menjadikan Kota Kediri sebagai Kota Layak Anak. Dalam upaya untuk mengantisipasi adanya kekeringan di wilayah Kabupaten Blitar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta. Selain itu BPBD Kabupaten Blitar juga sudah menyiapkan langkah antisipatif Berita Kediri jika sewaktu-waktu dampak kekeringan ini sudah mulai dirasakan warga masyarakat.      Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran Rp 300 juta untuk  pengadaan air bersih. Terkait hal ini, Kepala BPBD Kab Blitar, Heru Setiawan menjelaskan, dari hasil evaluasi setiap tahun, wilayah Blitar selatan selalu mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba. “Daerah terparah itu Wonotirto, Bakung, dan Wates karena struktur tanahnya tandus,” jelas Heru Setiawan.